Senin, 11 Agustus 2008

Jawaban aku untuk Njie

Dahulu aku pernah mempunyai seseorang wanita yang sangat aku harapkan dapat memenuhi setidaknya 50% dari apa yang sudah aku tuliskan. Tetapi ketika suatu waktu, akhirnya dia meminta putus pada aku, karena dia tidak bisa menerima permintaan aku untuk bersikap terbuka dan care dengan keluarga aku (Bapak, Mama & Adik-adiku) padahal aku sudah memberikan semua yang bisa aku perbuat untuk dia dan Bapak-Ibunya. Ditambah dengan adanya musuh dalam selimut yang ingin menjatuhkan dirinya dimata aku.

Kalau aku menginginkan wanita yang bisa memenuhi kriteria seperti diatas, aku masih belum bisa/mampu untuk dapat menjadi IMAM bagi dirinya dan keluarga aku nanti karena aku hanya manusia biasa. Yang aku harapkan adalah seseorang wanita yang bersedia menerima aku apa adanya, Bersedia menerima dan mencintai aku dan keluarga aku (Bapak-Mama & Adik-adik aku), dan bersedia menjadikan aku IMAM bagi dirinya dan keluarga yang akan kita wujudkan.

Cukup tiga hal itu saja yang sekarang aku cari dari seorang wanita yang aku harapkan bisa menjadi istri aku yang shalehah, istri dunia-akhirat. Mengapa!?

Wanita yang bersedia menerima aku apa adanya. Wanita yang akan bersedia menemani aku dalam suka dan duka. Wanita yang mencintai aku buka karena hartaku, keturunannku, dan tubuhku (Tampan/Macho, dll) tetapi karena Agama. Jika Wanita itu mau menerima aku karena aku memiliki Agama yang aku yakini, maka aku yakin dapat menjalani hidup bersama dengan baik, keluarga sakinah mawadah warahmah. Jujur aku tidak tampan, bukan dari keturunan ningrat, dan bukan anak dari pengusaha kaya raya, sehingga yang bisa aku janjikan kepada wanita yang memilih aku adalah kebahagian & kesetian yang bisa aku usahakan datang dari diri pribadi aku.

Bersedia menerima dan mencintai aku dan keluarga aku (Bapak-Mama & Adik-adik aku). Karena aku juga akan menerima dan mencintai keluarganya. Wanita yang bisa dan mampu diajak hidup bersama inilah harapan aku. Bisa bersosialisasi & menempatkan diriv dengan baik dalam keluarga sehingga keluarganya juga akan mampu menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial (akan aku kupas dalam artikel lain)

Bersedia menjadikan aku IMAM dalam kehidupan dirinya dan keluarga. ini penting karena aku akan menjadi kepala rumah tangga. Bagai Imam dalam shalat, aku juga manusia biasa yang tak luput dalam salah. tetapi makmun juga berhak menegur kesalahan imam tanpa harus merusak dan menghentikan kegiatan shalat tersebut, dan berkewajiban juga mengikuti semua perintah imam sampai selesai. Jika dia mampu melaksanakan nya maka keharmonisan keluarga akan terjamin. karena Makmum yang baik akan selalu mengikuti setiap perintah imam yang jelas-jelas dia juga mengetahuinya sebab akibatnya. jika imam tidak sesuai maka dia juga bisa menegurnya dengan halus tanpa merugikan siapapun. Begitupun juga dalam kehidupan berumah tangga yang aku impikan. jika wanita yang terpilih itu mampu memahami fungsi dan kedudukan nya sebagai makmun maka dia akan mendapatkan kebahagian selayaknya pahala shalat berjamaah. dia akan mendapatkan nilai lebih tanpa harus bersusah payah. dan bagi aku adalah suatu tantangan untuk dapat menjadi pemimpin yang baik bagi dirinya dan anak-anak. siap memberikan kebahagian dan siap menanggung resiko untuk kegagalan dalam membahagiakan keluarganya dengan segala cara untuk bisa kemabli memberikan kebahagian pada anak dan istrinya....

Demikian kawan apa yang aku tulis. ini juga melengkapi jawaban akau atas pesan dalam FS Account aku yang dikirim oleh NJie. Thanks untuk Njie yang baik hati, dan aku berharap akan ada koreksi atau tambahan atas apa yang aku samapaikan ini... Untuk kawan-kawan yang lain aku juga dengan senang hati bersedia menerima saran dan kritiknya.

Tidak ada komentar: